Dari Mana Asal Suara Petir?

Ketika hujan deras disertai kilatan cahaya di langit, tak lama kemudian terdengar suara menggelegar yang sering membuat bulu merinding. Itulah petir dan guntur—dua fenomena alam yang saling berkaitan namun berbeda.

Sebenarnya, suara petir atau lebih tepatnya guntur, muncul dari kilat itu sendiri. Saat kilat menyambar, ia melepaskan energi listrik dalam waktu sangat singkat dan memanaskan udara sekitarnya hingga suhu mencapai sekitar 30.000 derajat Celsius—sekitar lima kali lebih panas dari permukaan Matahari!

Pemanasan ekstrem ini membuat udara di sekitarnya mengembang secara mendadak dan eksplosif. Akibatnya, terciptalah gelombang kejut yang merambat melalui udara, dan kita dengar sebagai suara keras menggelegar. Inilah yang disebut guntur.

Karena cahaya bergerak jauh lebih cepat daripada suara, kita selalu melihat kilatan petir terlebih dahulu, baru beberapa detik kemudian mendengar suara guntur. Semakin jauh jaraknya, semakin lama pula jeda antara kilat dan suara yang terdengar.

Di Indonesia, yang beriklim tropis dan sering mengalami hujan badai, petir cukup umum terjadi terutama di musim hujan. Meskipun terlihat menakutkan, fenomena ini adalah bagian alami dari siklus cuaca Bumi.

Jadi, lain kali kamu mendengar suara gemuruh di langit, ingatlah—itu adalah hasil dari udara yang dipanaskan secara ekstrem oleh kilat, lalu meledak dalam bentuk suara yang menggetarkan. Alam memang penuh keajaiban.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait