Apakah Yesus Pernah Mengatakan Dirinya Tuhan?

Ketika membaca Alkitab, banyak orang bertanya-tanya, “Kapan sebenarnya Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan?” Pertanyaan ini penting, terutama bagi mereka yang ingin memahami dasar iman Kristen.

Secara langsung, Yesus tidak selalu berkata, “Aku adalah Tuhan” dalam bentuk kata-kata harfiah seperti itu. Namun, dalam banyak ajaran dan perbuatan-Nya, Ia menunjukkan identitas ilahi. Misalnya, dalam Yohanes 8:58, Yesus berkata, “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Ucapan ini mengingatkan pada nama Tuhan di Keluaran 3:14, “Akulah Aku.” Para pemimpin Yahudi saat itu paham betul bahwa Yesus sedang menyamakan diri dengan Allah, dan itulah sebabnya mereka ingin melempari Dia.

Sementara itu, dalam surat Roma 10:9 dan 13, Rasul Paulus menulis bahwa siapa pun yang mengucapkan “Yesus adalah Tuhan” akan diselamatkan. Ayat ini menunjukkan bahwa pengakuan akan kedudukan ilahi Yesus adalah inti dari iman Kristen. Paulus tidak menciptakan gagasan ini, tetapi meneruskannya sebagai kebenaran yang sudah diterima jemaat mula-mula.

Yesus sendiri membenarkan klaim ilahi-Nya lewat kuasa yang hanya bisa datang dari Allah—menyembuhkan yang sakit, mengampuni dosa, dan bangkit dari kematian.

Jadi, meskipun kata-kata eksplisit “Aku adalah Tuhan” jarang muncul dalam ucapan langsung Yesus, seluruh hidup, maut, dan kebangkitan-Nya menjadi bukti nyata siapa Dia sebenarnya. Bagi banyak orang percaya, itu lebih dari sekadar kata-kata—itu adalah kebenaran yang mengubah hidup.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait