Siapa yang Sebenarnya Disalib di Golgota?
Sebuah pertanyaan yang sering muncul dalam diskusi agama adalah: siapa sebenarnya yang disalib di Golgota? Menurut narasi umum dalam tradisi Kristen, Nabi Isa (Yesus) disalib oleh penguasa Romawi dengan tekanan dari otoritas Yahudi saat itu. Namun, menurut pandangan dalam Islam, peristiwa itu memiliki versi yang berbeda.
Dalam Al-Qur'an, disebutkan bahwa Allah menyelamatkan Nabi Isa dari rencana pengkhianatan dan penyaliban. "Dan mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibkannya, tetapi diserupakan (wajahnya) seperti dia bagi mereka." (QS. An-Nisa: 157). Ini berarti, orang yang ditangkap dan disalib bukan Nabi Isa, melainkan seseorang yang digambarkan menyerupai dirinya.
Menurut beberapa tafsir dan pendapat ulama, orang yang akhirnya disalib adalah Yudas Iskariot, murid yang mengkhianati Nabi Isa. Konon, wajah Yudas diubah oleh Allah hingga mirip dengan Nabi Isa, sehingga orang-orang salah mengenalinya. Maka, dialah yang ditangkap, diadili, dan akhirnya disalib di daerah Golgota, sebuah tempat di Palestina yang menjadi simbol peristiwa besar itu.
Konsep ini menegaskan bahwa Nabi Isa tidak mati di tiang salib, melainkan diangkat langsung oleh Allah ke langit. Kejadian ini menjadi bagian penting dari keyakinan Islam tentang keselamatan dan kehormatan Nabi Isa sebagai utusan Allah.
Perbedaan narasi antara Injil dan Al-Qur'an soal penyaliban bukan sekadar perdebatan sejarah, tapi juga mencerminkan perbedaan doktrin yang mendalam. Namun, bagi umat Islam, kisah ini mengingatkan akan kuasa Allah yang melampaui rencana manusia.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.