Apa Itu DO dan Mengapa Penting bagi Kehidupan di Air?
DO adalah singkatan dari Dissolved Oxygen, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai oksigen terlarut. Ini merujuk pada jumlah oksigen yang ada di dalam air, bukan dalam bentuk gas bebas, melainkan terlarut secara alami. Oksigen ini berasal dari dua sumber utama: hasil fotosintesis tumbuhan air seperti alga dan terutama dari penyerapan langsung dari udara atmosfer ke permukaan air.
Keberadaan oksigen terlarut sangat vital bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di perairan. Ikan, udang, serangga air, hingga mikroorganisme membutuhkan oksigen untuk bernapas. Tanpa cukup oksigen terlarut, proses metabolisme mereka akan terganggu, bahkan bisa menyebabkan kematian massal.
Misalnya, ketika air terlalu panas atau tercemar, kapasitas air untuk menampung oksigen menurun. Air yang kaya bahan organik berlebih bisa mengundang pertumbuhan alga secara liar. Saat alga mati dan membusuk, proses dekomposisi justru menghabiskan banyak oksigen terlarut, sehingga mengancam kehidupan lain di sekitarnya.
Tingkat DO yang sehat untuk perairan biasanya di atas 5 miligram per liter (mg/L), tergantung pada jenis ekosistem. Di kolam budidaya ikan atau sungai alami, pemantauan DO rutin perlu dilakukan untuk memastikan kualitas air tetap mendukung kehidupan. Petani ikan, misalnya, sering menggunakan aerator untuk menambah pasokan oksigen terlarut, terutama saat malam hari ketika proses fotosintesis berhenti.Singkatnya, DO bukan sekadar istilah teknis, tapi indikator penting kesehatan suatu ekosistem air. Menjaga kadar oksigen terlarut berarti menjaga kehidupan di dalamnya tetap lestari.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.