Bolehkah Dzikir Tidak Diikuti dengan Perhitungan?

Menjalani ibadah dzikir merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Banyak dari kita bertanya-tanya, apakah setiap dzikir harus dihitung dengan pasti? Jawabannya, tidak selalu.

Memang ada anjuran jumlah tertentu dalam membaca dzikir, seperti tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 34 kali setelah salat. Ini berdasarkan hadis dari sahabat Ali bin Abi Thalib yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Jumlah tersebut memiliki keutamaan yang jelas dan dianjurkan untuk diikuti, karena Rasulullah ď·ş menunjukkan cara ini sebagai bentuk pelaksanaan ibadah yang sempurna.

Namun, tidak menghitung dzikir bukan berarti sia-sia. Asalkan hati khusyuk dan lisan mengingat Allah, maka dzikir tetap bernilai pahala. Dzikir tanpa hitungan—seperti mengucapkan "Subhanallah", "Alhamdulillah", atau "La ilaha illallah" secara spontan—tetap dianjurkan, bahkan bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Islam mengajarkan keseimbangan. Bagi yang mampu menghitung dzikir dengan tekun, itu lebih utama karena mengikuti tuntunan yang jelas. Tapi bagi yang merasa kesulitan atau lebih nyaman tanpa hitungan, tetap diperbolehkan. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kesinambungan dalam mengingat Allah.

Jadi, tidak perlu merasa berat atau ragu. Mulai saja dengan hati yang tulus. Sesungguhnya, Allah lebih melihat pada keikhlasan hamba-Nya daripada sekadar hitungan angka.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait