Kenapa Kelenjar Getah Bening Bisa Bengkak?

Kelenjar getah bening yang bengkak sering kali membuat orang khawatir, padahal kondisi ini biasanya merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Dilansir dari Mayo Clinic, pembengkakan kelenjar getah bening paling sering terjadi karena tubuh merespons infeksi, baik yang disebabkan oleh virus maupun bakteri.

Beberapa infeksi umum yang bisa memicu pembengkakan ini antara lain flu, radang tenggorokan, infeksi telinga, atau bahkan gigi berlubang yang tidak diobati. Penyakit seperti campak dan mononukleosis juga dikenal bisa menyebabkan kelenjar di leher, ketiak, atau selangkangan membengkak. Dalam kasus yang lebih serius, infeksi seperti HIV pun dapat memengaruhi sistem getah bening.

Bagaimana tubuh bekerja?

Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh. Mereka bertindak seperti filter yang menangkap kuman dan sel mati. Saat tubuh melawan infeksi, kelenjar ini bekerja lebih keras—inilah yang membuatnya membesar dan terasa nyeri saat disentuh.

Untungnya, dalam banyak kasus, pembengkakan ini akan hilang dengan sendirinya seiring infeksi mereda. Namun, jika bengkak terus berlangsung lebih dari dua minggu, disertai demam atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

Jadi, meski mengkhawatirkan, kelenjar getah bening yang bengkak umumnya adalah sinyal alami tubuh saat sedang bertarung melawan penyakit. Yang terpenting, jangan panik, dan beri tubuh waktu untuk pulih—dengan istirahat cukup dan asupan gizi yang baik.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait