Peran Protein Hewani dalam Cegah Stunting pada Balita
Stunting atau tubuh pendek pada anak bukan hanya soal genetik, tetapi lebih sering disebabkan oleh kekurangan gizi dalam jangka panjang. Salah satu faktor utama yang sering terlupakan adalah kurangnya asupan protein hewani saat anak mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI).
Protein hewani seperti daging merah, daging ayam, ikan, dan telur adalah sumber nutrisi penting yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Kandungan asam amino dalam protein hewani lebih lengkap dibandingkan sumber nabati, sehingga sangat dibutuhkan untuk membangun jaringan tubuh, otot, dan otak si kecil.Menurut berbagai penelitian, anak yang jarang mendapat protein hewani sejak dini berisiko mengalami gangguan pertumbuhan fisik. Tubuhnya tidak bisa tumbuh optimal, sehingga berujung pada kondisi stunting. Masalah ini tidak hanya terlihat dari tinggi badan, tetapi juga bisa mengganggu kemampuan belajar dan sistem imun anak di masa depan.
Padahal, di banyak keluarga, MPASI masih didominasi oleh bubur nasi atau sayuran saja, tanpa tambahan lauk berbasis hewani. Padahal, porsi kecil daging atau telur setiap hari bisa membuat perbedaan besar. Ikan lokal yang harganya terjangkau juga bisa jadi pilihan andalan.
Orang tua tidak perlu menyajikan menu mewah. Yang penting adalah konsistensi—memberi anak asupan protein hewani dengan frekuensi cukup sejak usia 6 bulan. Dengan begitu, anak punya fondasi kuat untuk tumbuh sehat dan ceria.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.