Kenali Jenis-Jenis Gizi Buruk pada Anak

Gizi buruk masih menjadi masalah kesehatan serius di banyak negara, termasuk Indonesia. Kondisi ini terjadi terutama karena asupan makanan yang tidak mencukupi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Ada tiga jenis utama gizi buruk yang perlu diwaspadai: marasmus, kwashiorkor, dan marasmus-kwashiorkor.

Marasmus terjadi karena kekurangan kalori dan protein dalam jangka panjang. Anak dengan marasmus tampak sangat kurus, wajahnya seperti orang tua, dan otot-ototnya menyusut. Meski berat badan sangat rendah, biasanya tidak ada pembengkakan.

Sementara itu, kwashiorkor lebih banyak disebabkan oleh kekurangan protein meski asupan kalori mungkin cukup. Ciri khasnya adalah perut buncit, wajah bulat, kulit kering dan bersisik, rambut tipis dan kemerahan, serta adanya pembengkakan (edema) di kaki dan tangan. Anak dengan kondisi ini sering terlihat lesu dan mudah marah.

Jenis ketiga adalah marasmus-kwashiorkor, yaitu gabungan dari kedua kondisi di atas. Anak mengalami kekurangan gizi berat dengan gejala fisik dari marasmus dan pembengkakan seperti pada kwashiorkor. Kondisi ini umumnya paling berbahaya dan membutuhkan penanganan medis segera.

Deteksi dini dan penanganan tepat sangat penting. Upaya pencegahan seperti pemberian ASI eksklusif, makanan bergizi seimbang, dan pemantauan pertumbuhan rutin di posyandu bisa membantu menurunkan angka gizi buruk. Karena itu, peran keluarga dan masyarakat sangat menentukan dalam memastikan setiap anak tumbuh sehat dan kuat.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait