Apa Itu Hakikat? Begini Penjelasannya

Sering kita dengar kata hakikat dan hakekat digunakan dalam percakapan sehari-hari atau tulisan formal. Namun, tahukah kamu bahwa dari segi kaidah bahasa Indonesia yang baku, hanya satu yang benar?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang dikelola oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, kata yang benar dan baku adalah hakikat. Kata ini merujuk pada inti, pokok, atau makna terdalam dari sesuatu hal. Misalnya, dalam filsafat, kita sering membahas hakikat manusia atau hakikat kehidupan, yaitu pada esensi atau realitas paling mendasar dari suatu wujud.

Sementara itu, bentuk hakekat sebenarnya adalah variasi yang tidak baku. Meskipun banyak orang—termasuk dalam buku atau artikel—masih menggunakan kata ini, secara resmi KBBI tidak mengakui hakekat sebagai bentuk yang benar. Kemungkinan besar, penulisan ini muncul karena pengaruh ejaan lama atau kesalahan persebaran yang terus berlangsung.

Perbedaan kecil dalam ejaan bisa berdampak pada keakuratan komunikasi, terutama dalam konteks pendidikan atau tulisan formal. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan bentuk yang sesuai dengan pedoman bahasa yang berlaku.

Jadi, mulai sekarang, lebih baik gunakan hakikat saat menulis atau berbicara. Selain lebih tepat, kamu juga turut membantu menjaga keutuhan dan kemurnian bahasa Indonesia yang kita cintai.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait