Hewan-Hewan Tanpa Leher yang Mungkin Tak Kamu Sadari

Ketika membayangkan hewan dengan leher, mungkin yang terlintas adalah jerapah atau angsa dengan lekuk tubuhnya yang panjang. Tapi ternyata, banyak hewan di sekitar kita yang justru tidak memiliki leher sama sekali. Uniknya, mereka tetap bisa bergerak dan bertahan hidup tanpa bagian tubuh yang sering kita anggap penting ini.

Salah satu contohnya adalah kepiting. Meski bisa berjalan menyamping dan menggerakkan kepalanya, kepiting tidak punya leher seperti manusia. Kepalanya menyatu langsung dengan bagian tubuh utama. Begitu pula dengan kecoa yang lincah—kepalanya terhubung erat dengan toraks, tanpa fleksibilitas leher.

Lalu ada ubur-ubur, makhluk laut yang hampir seluruh tubuhnya terdiri dari air. Tanpa otak, tulang, atau leher, ubur-ubur mengapung bebas dengan gerakan memompa. Bentuk tubuhnya yang sederhana membuatnya tidak memerlukan leher untuk menggerakkan kepala.

Demikian juga dengan cacing tanah. Dari ujung ke ujung tubuhnya, tidak ada bagian yang bisa disebut sebagai leher. Cacing mengandalkan gerakan otot perut untuk merayap, dan sensor di kepalanya langsung menempel pada tubuh utama.

Fakta ini menunjukkan betapa beragamnya strategi alam dalam menyesuaikan bentuk tubuh dengan kebutuhan hidup. Tidak punya leher bukan berarti kesulitan—justru banyak hewan justru lebih lincah dan efisien tanpa bagian tubuh tersebut. Alam selalu punya cara unik untuk bertahan hidup, bukan?

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait