Apakah Hiperaktif Termasuk Gangguan Autis?

Tidak, hiperaktif bukan bagian dari spektrum autisme, meskipun gejalanya kadang tampak mirip. Banyak orang yang keliru menganggap anak hiperaktif sebagai anak autis, atau sebaliknya. Padahal, dua kondisi ini berbeda, meski sama-sama bisa memengaruhi cara seseorang berperilaku, belajar, dan berinteraksi.

Hiperaktif lebih tepat dikaitkan dengan ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder), sebuah gangguan yang membuat seseorang sulit berkonsentrasi, terlalu aktif, dan cenderung bertindak spontan tanpa berpikir panjang. Menurut American Psychological Association, ADHD membuat aktivitas sehari-hari seperti belajar, bekerja, atau mengikuti rutinitas menjadi lebih menantang.

Sementara itu, autisme atau autism spectrum disorder adalah kondisi neurologis yang memengaruhi komunikasi dan interaksi sosial. Orang dengan autisme mungkin memiliki cara berpikir dan merespons lingkungan yang sangat berbeda, termasuk perilaku berulang dan ketertarikan yang intens pada hal-hal tertentu.

Meskipun berbeda, ADHD dan autisme bisa saja muncul bersamaan. Artinya, seseorang bisa didiagnosis dengan keduanya sekaligus. Namun, penting untuk membedakan keduanya agar penanganan yang diberikan lebih tepat dan efektif.

Jadi, saat melihat anak yang sulit diam atau cepat terganggu, jangan langsung menyimpulkan sebagai autis. Lebih baik konsultasikan ke ahli untuk evaluasi yang lebih mendalam. Pemahaman yang benar membantu kita memberi dukungan yang lebih baik, baik di rumah maupun di sekolah.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait