Kewajiban Anak Laki-Laki terhadap Ibu Setelah Menikah

Menikah bukan berarti melepaskan tanggung jawab terhadap orang tua, terutama terhadap ibu. Bagi seorang anak laki-laki, menghormati dan berbakti kepada ibu tetap menjadi kewajiban yang tidak berakhir meski ia telah memiliki keluarga sendiri.

Islam sangat menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua, dan ini termasuk berbicara dengan lembut, tidak membentak, serta tetap menjaga sikap hormat. Bahkan, dalam Al-Qur'an, Allah SWT menyebutkan agar tidak mengucapkan kata "ah" pun kepada orang tua jika mereka sudah tua, apalagi membentak atau menyakiti hati mereka.

Jika ibu melakukan kesalahan, anak tetap dianjurkan mengingatkan dengan cara yang baikβ€”dengan kata-kata yang santun dan hati yang penuh kasih. Tidak ada alasan karena sudah menikah lalu mengabaikan peran sebagai anak. Malah, saat itulah kedewasaan diuji: mampu menyeimbangkan kewajiban terhadap istri dan anak, tanpa melupakan hak ibu.

Ada banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, tetap menjenguk ibu secara rutin, memastikan kebutuhannya terpenuhi, atau sekadar menelepon menanyakan kabar. Hal-hal kecil seperti ini pun bernilai tinggi di hadapan Allah.

Menjadi suami dan ayah bukan mengurangi nilai sebagai anak, justru menambah tanggung jawab. Dengan sikap tulus dan lemah lembut, seorang anak laki-laki tetap bisa menjadi pelindung bagi ibunya, meski secara fisik tinggal terpisah. Karena bakti kepada orang tua, terutama ibu, adalah jalan menuju ridha Ilahi.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait