Injil-Injil Palsu yang Pernah Beredar

Sejak abad-abad awal masehi, selain empat Injil yang diakui oleh gereja—Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes—muncul pula sejumlah tulisan yang dikenal sebagai injil-injil palsu. Tulisan-tulisan ini tidak dimasukkan dalam kanon Alkitab karena kandungannya bertentangan dengan ajaran utama Kristen atau karena keasliannya dipertanyakan.

Beberapa di antaranya cukup terkenal, seperti Injil Tomas, yang berisi kumpulan perkataan Yesus tanpa narasi kehidupan-Nya. Ada pula Injil Yudas, yang menarik perhatian karena menggambarkan Yudas Iskariot sebagai tokoh yang mendapat wahyu khusus dari Yesus—versi yang jauh dari gambaran tradisional.

Injil lain seperti Injil Yakobus atau Injil Petrus mencoba mengisi detail tentang masa muda Yesus atau peristiwa kebangkitan, tetapi ditolak oleh gereja karena sumbernya tidak dapat dipercaya. Injil Maria Magdalena dan Injil Filipus juga populer di kalangan kelompok Gnostik, yang memiliki pandangan spiritual berbeda dari kekristenan ortodoks.

Tulisan-tulisan seperti Injil Masa Kecil menurut Tomas bahkan mengisahkan kejadian ajaib saat Yesus kecil, seperti menciptakan burung dari tanah—cerita yang dianggap fiktif dan tidak sesuai dengan gambaran Alkitabiah.

Gereja mula-mula secara hati-hati menyeleksi tulisan-tulisan yang dianggap otentik dan sesuai dengan ajaran rasuli. Oleh karena itu, meskipun injil-injil palsu ini menarik dari sisi sejarah atau literatur, mereka tidak dianggap otoritatif oleh kebanyakan umat Kristen.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait