Kapan Anak Dikatakan Mengalami Gizi Buruk?

Orang tua perlu waspada terhadap tanda-tanda gizi buruk pada anak, terutama di masa balita. Sebab, usia dini adalah masa krusial untuk pertumbuhan fisik dan kecerdasan. Anak dikatakan mengalami gizi buruk bila berat badannya sangat rendah dibandingkan dengan tinggi badannya. Secara teknis, kondisi ini terjadi saat hasil pengukuran berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) berada di bawah 70 persen dari nilai median standar yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia.

Lebih sederhana lagi, dokter atau petugas kesehatan sering menggunakan patokan Z-score. Jika hasilnya kurang dari -3 SD (standar deviasi), maka anak tersebut termasuk dalam kategori gizi buruk. Kondisi ini sering terjadi karena kekurangan asupan energi dan protein dalam jangka panjang, atau yang dikenal sebagai Kurang Energi Protein (KEP).

Bayi dan anak usia di bawah lima tahun (balita) paling rentan mengalami masalah ini, terutama bila pola makan tidak seimbang, sering sakit, atau kurangnya akses terhadap makanan bergizi. Tanda-tanda fisik yang bisa dikenali antara lain badan sangat kurus, wajah seperti orang tua, perut buncit, rambut tipis dan kering, serta kulit kusam atau bersisik.

Deteksi dini sangat penting. Dengan pemantauan rutin di posyandu atau layanan kesehatan, pertumbuhan anak bisa dipantau secara berkala. Jika ditemukan indikasi gizi buruk, penanganan segera bisa dilakukan agar anak bisa kembali tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait