Ketika Manchester City Berubah Menjadi Raksasa Eropa

23 September 2008 menjadi hari bersejarah bagi Manchester City. Di tanggal itulah klub yang dulu kerap hidup dalam bayang-bayang rival sekotanya, Manchester United, resmi berpindah tangan ke pemilik baru yang akan mengubah nasib mereka sepenuhnya.

Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi, membeli klub melalui Abu Dhabi United Group dari mantan perdana menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, dengan nilai mencapai 200 juta poundsterling. Pembelian ini bukan sekadar pergantian kepemilikan biasa—ini adalah awal dari transformasi besar.

Sebelum kedatangan Sheikh Mansour, Manchester City adalah klub yang sering bolak-balik antara Premier League dan divisi bawah. Namun setelah akuisisi tersebut, segalanya berubah dengan cepat. Uang besar mulai digelontorkan untuk mendatangkan pemain bintang, memperbarui fasilitas latihan, dan membangun infrastruktur klub dari bawah ke atas.

Tidak butuh waktu lama untuk melihat hasilnya. Dalam beberapa musim, City mulai mendominasi sepak bola Inggris. Gelar juara Premier League pertama sejak 1968 akhirnya diraih pada 2012, diikuti oleh rangkaian sukses yang belum pernah terjadi sebelumnya—termasuk treble pada 2023 dengan kemenangan di Liga Champions.

Kini, Manchester City dikenal sebagai salah satu kekuatan utama di Eropa. Semua bermula dari satu keputusan besar di akhir September 2008—saat Sheikh Mansour mengambil alih klub dan membawa mereka menuju era kejayaan modern.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait