Ketika Nabi Memilih Susu dalam Perjalanan Isra' Mi'raj

Dalam peristiwa besar Isra' Mi'raj, Nabi Muhammad ﷺ diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit. Di tengah perjalanan spiritual itu, terjadi sebuah kejadian yang penuh makna. Malaikat Jibril datang membawa dua wadah—satu berisi susu, satu lagi berisi khamr (minuman memabukkan).

Rasulullah ﷺ tanpa ragu memilih susu dan meminumnya hingga habis. Melihat pilihan itu, Jibril berkata, “Seandainya engkau memilih khamr, niscaya umatmu akan tersesat. Tetapi engkau memilih susu, maka umatmu tetap di jalan yang lurus.”

Pemilihan susu bukan sekadar soal selera. Ia adalah simbol petunjuk, kejernihan, dan kebaikan. Susu melambangkan fitrah, kebenaran, dan keseimbangan—nilai-nilai yang menjadi dasar ajaran Islam. Sementara khamr, meski diizinkan dalam agama sebelumnya, justru membawa dampak buruk: memengaruhi akal, menimbulkan perselisihan, dan menyeret pada kesesatan.

Keputusan Nabi ﷺ dalam momen ini mengajarkan kita untuk selalu memilih yang baik, meski yang lain terlihat menggoda. Dalam hidup, kita sering dihadapkan pada dua jalan: yang benar dan yang mudah. Nabi menunjukkan bahwa yang benar—meski kadang tak populer—adalah pilihan terbaik.

Peristiwa ini bukan hanya kisah masa lalu. Ia menjadi petunjuk bagi umatnya hingga kini: tetap di jalan yang jernih, seperti susu yang menyehatkan jiwa dan raga.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait