Kapan Roh Kudus Turun?
Ketika berbicara tentang turunnya Roh Kudus, banyak orang Kristen mengingat peristiwa besar yang terjadi lima puluh hari setelah kebangkitan Yesus. Peristiwa ini dikenal sebagai Pentakosta, sebuah kata yang berasal dari bahasa Yunani, pentekoste, yang artinya "hari kelima puluh".
Pentakosta bukan sekadar hari raya biasa, melainkan momen penting dalam sejarah Gereja. Pada saat itulah, seperti yang dicatat dalam Kitab Kisah Para Rasul, Roh Kudus turun atas para murid dengan manifestasi angin yang kuat dan lidah-lidah seperti api. Mereka tiba-tiba bisa berbicara dalam berbagai bahasa, sehingga orang-orang dari berbagai daerah bisa mendengar kabar keselamatan dalam bahasa mereka sendiri.
Gereja Katolik dan banyak denominasi Kristen lainnya merayakan Pentakosta setiap tahun, tepat lima puluh hari setelah Paskah. Jadi, jika Paskah jatuh pada akhir Maret atau awal April, maka Pentakosta biasanya dirayakan pada bulan Mei—kadang juga awal Juni, tergantung kalender liturgi.
Perayaan ini bukan hanya mengenang peristiwa dua ribu tahun lalu, tetapi juga mengajak umat untuk membuka hati bagi karya Roh Kudus hari ini. Roh Kudus dianggap sebagai kehadiran Tuhan yang aktif dalam hidup orang percaya: menguatkan, memimpin, dan membimbing dalam kebenaran.
Bagi banyak umat, Pentakosta adalah pengingat bahwa iman tidak berhenti setelah Yesus naik ke surga. Justru, dengan turunnya Roh Kudus, karya Tuhan di dunia semakin meluas—dari Yerusalem ke pelosok bumi, termasuk sampai ke Indonesia saat ini.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.