Kapan Roma Ditaklukan?

Roma jatuh pada 20 September 1870, sebuah momen bersejarah yang menandai berakhirnya lebih dari seribu tahun kekuasaan Paus atas wilayah suci dan menjadi klimaks dari perjuangan penyatuan Italia, atau yang dikenal sebagai Risorgimento.

Pada hari itu, pasukan Italia di bawah pimpinan Raja Victor Emmanuel II mendobrak tembok kota melalui Porta Pia setelah tembakan peringatan singkat. Penaklukan ini bukan sekadar operasi militer, tetapi simbol dari kemenangan nasionalisme atas otoritas keagamaan. Sejak abad ke-8, Paus telah memerintah Negara Gereja, sebuah wilayah besar di jantung Italia. Namun, seiring gelombang penyatuan yang dipimpin oleh para tokoh seperti Garibaldi dan Cavour, pengaruh Paus semakin terdesak.

Momennya pun tepat: Perancis, yang selama ini melindungi kekuasaan Paus, sedang lemah akibat Perang Prancis-Prusia. Tanpa perlindungan itu, pasukan Paus yang kecil tidak mampu menahan serbuan Italia.

Setelah jatuhnya Roma, kota ini secara resmi menjadi ibu kota Kerajaan Italia pada 1871. Namun, Paus Pius IX menolak mengakui hasil ini. Ia mengurung diri di Vatikan dan menyebut dirinya sebagai "tahanan istana", sebuah sikap yang berlangsung hingga Perjanjian Lateran tahun 1929.

Penaklukan Roma bukan hanya akhir dari suatu era, tetapi juga awal dari Italia modern sebagai negara bangsa yang utuh. Kota yang pernah menjadi jantung Kekaisaran Romawi dan pusat Gereja Katolik akhirnya menjadi simbol persatuan rakyat Italia.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait