Mengenal Tanda dan Kriteria Diagnosis Diabetes

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah. Di Indonesia, angka kejadian penyakit ini terus meningkat, sehingga penting bagi kita untuk mengenali kapan seseorang secara medis dinyatakan menderita diabetes.

Secara umum, diagnosis diabetes ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan kadar gula darah yang dikombinasikan dengan gejala klinis. Seseorang dikatakan menderita diabetes apabila menunjukkan gejala khas, seperti sering merasa haus, sering buang air kecil, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, disertai dengan kadar gula darah sewaktu yang mencapai lebih dari 200 mg/dl.

Selain itu, pemeriksaan gula darah puasa juga menjadi acuan utama. Jika seseorang telah berpuasa selama minimal 8 jam dan hasil kadar gula darah puasanya menunjukkan angka di atas 126 mg/dl, maka kondisi tersebut sudah dikategorikan sebagai diabetes. Metode lain yang sering digunakan oleh dokter adalah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO). Pada tes ini, pasien akan diminta meminum larutan gula khusus, dan jika kadar gula darah 2 jam setelah tes tersebut melebihi 200 mg/dl, hasilnya mengonfirmasi diagnosis diabetes.

Mengingat diabetes sering kali tidak bergejala pada tahap awal, pemeriksaan dini secara berkala sangat disarankan, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga, obesitas, atau gaya hidup sedenter. Mengetahui kondisi tubuh lebih cepat akan membantu proses penanganan yang lebih baik guna mencegah komplikasi di masa depan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait