Kapan Susu Bubuk Basi? Waspada Sebelum Minum

Susu bubuk memang praktis dan tahan lama, tapi bukan berarti bisa disimpan selamanya. Meski masa kedaluwarsanya lebih panjang dibanding susu cair, tetap ada batas waktu di mana susu bubuk sudah tidak aman untuk dikonsumsi.

Salah satu tanda utama susu bubuk sudah basi adalah perubahan warna. Jika semula berwarna putih terang atau krem terang, susu yang sudah rusak akan tampak kekuningan atau putih keruh. Selain warna, perhatikan juga baunya. Jika tercium bau tengik, apek, atau tidak biasa, lebih baik jangan dikonsumsi.

Tekstur juga bisa jadi petunjuk. Susu bubuk yang masih bagus biasanya lembut dan mudah larut. Kalau sudah menggumpal padat meski tidak terkena air, bisa jadi sudah terkontaminasi kelembapan dan mulai rusak. Ini bisa jadi pintu masuk jamur atau bakteri.

Yang perlu diwaspadai, mengonsumsi susu bubuk basi—meski hanya sedikit—bisa berisiko bagi kesehatan, terutama pada anak-anak. Gejala seperti mual, muntah, diare, sakit perut, hingga sakit kepala bisa muncul setelah minum susu yang sudah tidak layak.

Untuk mencegah hal ini, selalu simpan susu bubuk di wadah tertutup rapat, di tempat kering dan sejuk, jauh dari sumber panas atau kelembapan. Perhatikan juga tanggal kedaluwarsanya, meskipun secara fisik masih terlihat normal. Lebih baik aman daripada sakit karena nekat minum susu kadaluarsa.

Jadi, sebelum menuangkan susu bubuk ke dalam gelas, luangkan waktu sebentar untuk memeriksa kondisinya. Waspada sejak dini, agar keluarga tetap sehat dan terhindar dari masalah pencernaan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait