Kapan Musim El Nino Terjadi di Indonesia?

El Nino bukan fenomena yang asing bagi Indonesia. Fenomena iklim ini sering dikaitkan dengan musim kemarau yang lebih kering dari biasanya, bahkan bisa berubah jadi kekeringan panjang. Namun, kapan sebenarnya El Nino mulai terasa?

Sebagian besar kejadian El Nino dimulai pada akhir musim hujan hingga pertengahan musim kemarau, yaitu sekitar bulan Mei, Juni, dan Juli. Perubahan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian timur memicu pergeseran pola angin dan curah hujan, yang kemudian berdampak pada cuaca di Indonesia.

Ketika El Nino muncul di periode ini, musim hujan di banyak wilayah bisa berakhir lebih cepat dari biasanya. Akibatnya, musim kemarau terasa lebih panjang dan intens. Bagi petani, ini bisa berarti tantangan besar karena masa tanam terganggu. Di wilayah lain, risiko kebakaran hutan dan lahan pun meningkat karena tanah yang semakin kering.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) biasanya mulai menginformasikan potensi El Nino sejak awal tahun. Namun, puncak dampaknya baru dirasakan saat kemarau mulai menguat—tepat pada periode Mei hingga Agustus.

Untuk masyarakat, memahami waktu terjadinya El Nino penting agar bisa bersiap. Dari manajemen air hingga pertanian, antisipasi sejak dini bisa mengurangi risiko. Cuaca memang tak bisa dikendalikan, tapi kesiapan selalu bisa ditingkatkan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait