Aturan Kartu Merah di Piala Dunia 2022: Harus Absen Dua Kali?

Ketika seorang pemain menerima kartu merah dalam pertandingan, pertanyaan yang sering muncul adalah: "Apakah dia masih bisa bermain di laga berikutnya?" Jawabannya, tidak serta-merta. Di Piala Dunia 2022, pemain yang diusir dengan kartu merah otomatis dikenai skorsing selama dua pertandingan berikutnya.

Aturan ini berlaku ketat untuk menjaga sportivitas dan disiplin di lapangan. Jadi, jika seorang pemain melakukan pelanggaran berat—entah langsung dengan kartu merah atau akumulasi kartu kuning yang berujung pada kartu merah—ia harus menepi minimal dua laga. Ini termasuk laga lanjutan dalam turnamen, meskipun timnya melaju ke babak berikutnya.

Yang menarik, skorsing ini juga bisa berlanjut ke pertandingan resmi berikutnya setelah Piala Dunia, tergantung keputusan dari FIFA. Artinya, jika sebuah tim tersingkir di babak penyisihan grup dan pemainnya menerima kartu merah di laga terakhir, skorsingnya bisa berlaku di kualifikasi Piala Dunia atau pertandingan internasional berikutnya.

Mekanisme ini menekankan pentingnya pengendalian diri di lapangan. Pelatih dan pemain harus waspada, karena satu keputusan emosional bisa berdampak besar pada strategi tim dalam beberapa pertandingan ke depan. Di level tertinggi seperti Piala Dunia, setiap menit di lapangan sangat berharga—dan kehilangan pemain kunci karena kartu merah bisa menjadi pukulan telak.

Intinya, kartu merah bukan hanya berarti akhir dari pertandingan saat itu, tapi juga awal dari konsekuensi jangka pendek yang bisa mengubah nasib tim di turnamen.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait