Mengapa 123 Disebut Angka Arab?
Ketika kita menulis angka seperti 1, 2, atau 3, sebagian besar dari kita tidak pernah bertanya dari mana asalnya. Namun, ternyata angka-angka ini memiliki sejarah panjang yang menarik. Meskipun kita mengenalnya sebagai angka Arab, angka-angka ini sebenarnya berasal dari India.
Sejarah mencatat bahwa sistem angka yang kita gunakan sekarang—0 hingga 9—pertama kali dikembangkan di India kuno. Karena itulah, mereka lebih tepat disebut angka Hindu atau Hindu-Arab. Namun, pada abad kesepuluh, bangsa Arab dari Afrika Utara membawa sistem ini ke Eropa melalui perdagangan dan ilmu pengetahuan.
Karena bangsa Arab yang menjadi jembatan penyebaran angka ini ke dunia Barat, masyarakat Eropa mulai menyebutnya sebagai angka Arab. Padahal, yang menggagas sistem tersebut adalah ilmuwan India, seperti Brahmagupta, yang telah menggunakan angka nol dan sistem desimal sejak abad ke-7.
Ilmuwan Muslim seperti Al-Khawarizmi kemudian mengembangkan dan meneruskan sistem ini, sehingga semakin tersebar luas di dunia Islam. Dari situlah, angka-angka ini akhirnya masuk ke Spanyol dan menyebar ke seluruh Eropa, menggantikan sistem angka Romawi yang jauh lebih rumit.
Jadi, walau kita menyebutnya angka Arab, sebenarnya ini adalah warisan budaya India yang dilestarikan dan disebarkan oleh dunia Islam. Nama “Arab” tetap melekat bukan karena asal-usulnya, tapi karena peran penting bangsa Arab dalam membawa ilmu ini ke dunia Barat.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.