Mengapa Hanya Islam yang Diterima?
"Apakah agama lain tidak diterima oleh Allah?" Pertanyaan ini sering muncul, terutama di tengah keberagaman keyakinan yang ada di Indonesia. Jawabannya bukan bermaksud merendahkan, melainkan berdasarkan keyakinan yang tertuang dalam ajaran Islam itu sendiri.
Menurut pandangan Islam, agama lain seperti Nasrani, Yahudi, Kong Hu Cu, Hindu, Buddha, dan Shinto dianggap telah mengalami perubahan dan penyimpangan dari ajaran aslinya. Ajaran-ajaran yang awalnya suci, menurut keyakinan umat Islam, telah mengalami campur tangan manusia sepanjang sejarah—baik melalui penafsiran yang keliru, penambahan ritual, atau doktrin yang tidak sesuai dengan kehendak Ilahi.
Islam dipercaya sebagai agama yang disempurnakan dan dipelihara keasliannya melalui Al-Qur'an dan Sunnah. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa "Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima darinya" (QS. Ali Imran: 85). Ini bukan tentang sikap eksklusif, tetapi tentang keyakinan bahwa Islam adalah penutup dari rangkaian wahyu yang diberikan Allah kepada manusia.
Hal ini tidak berarti umat Islam tidak menghormati pemeluk agama lain. Dalam kehidupan sehari-hari, toleransi dan kerukunan tetap ditekankan. Namun, dari sisi akidah, keimanan tetap harus jelas: hanya Islam yang diyakini sebagai jalan yang lurus dan diterima di sisi-Nya.
Intinya, bukan soal menilai orang lain, tetapi tentang keyakinan pribadi dan komitmen terhadap ajaran yang diyakini sebagai kebenaran terakhir dari Allah.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.