Kenapa Anak Usia 2 Tahun Sering Tantrum?

“Mengapa anak saya yang baru 2 tahun tiba-tiba menangis keras, melempar barang, atau menolak semua perkataan?” – Pertanyaan ini sering muncul dari orang tua yang merasa bingung menghadapi perilaku anak balita. Fase ini sebenarnya sangat wajar dan umum terjadi.

Ketika anak berusia 1 hingga 3 tahun, mereka sedang belajar memahami dunia di sekitarnya. Namun, kemampuan bahasa mereka belum sepenuhnya berkembang. Saat merasa lapar, lelah, atau tidak nyaman, mereka belum bisa mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Alhasil, satu-satunya cara untuk menunjukkan emosi adalah melalui tangisan, teriakan, atau bahkan menendang lantai—yang kita kenal sebagai tantrum.

Selain karena keterbatasan berbahasa, tantrum juga bisa muncul saat anak mulai merasakan keinginan untuk mandiri. Mereka ingin melakukan sesuatu sendiri, tetapi belum mampu. Rasa frustasi dan marah pun muncul, terutama ketika orang tua melarang atau mengarahkan mereka. Ini bagian dari proses tumbuh kembang, bukan berarti anak sulit diatur.

Yang terpenting bagi orang tua adalah tetap tenang. Alih-alih memarahi, coba bantu anak mengenal perasaannya dengan kalimat sederhana seperti, “Ibu tahu kamu marah karena ingin mainan itu.” Dengan begitu, anak perlahan belajar mengelola emosi.

Jadi, meskipun tantrum terlihat melelahkan, ini adalah fase normal dalam pertumbuhan anak. Dengan kesabaran dan pendekatan yang tepat, anak akan melewatinya dan mulai belajar cara yang lebih baik untuk berkomunikasi.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait