Alasan di Balik Krisis Keuangan Barcelona

Barcelona, salah satu klub sepak bola paling terkenal di dunia, pernah mengalami masa kelam dari sisi finansial. Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana mungkin klub sebesar ini bisa nyaris bangkrut? Jawabannya terletak pada rangkaian kesalahan manajemen yang berlangsung selama beberapa tahun.

Akar masalah dimulai pada era kepemimpinan Josep Maria Bartomeu, yang menjabat sebagai presiden klub dari 2014 hingga 2020. Di bawah kepemimpinannya, Barcelona terlalu optimis dalam melakukan pembelian pemain dengan kontrak jangka panjang dan nilai besar. Sayangnya, pengeluaran ini tidak diimbangi dengan perencanaan keuangan yang matang. Akibatnya, klub menumpuk utang yang sangat besar, termasuk cicilan gaji pemain yang harus dibayar bertahun-tahun ke depan.

Situasi semakin memburuk ketika pandemi COVID-19 melanda awal 2020. Pertandingan digelar tanpa penonton, artinya hilangnya pemasukan dari tiket, merchandise, dan pendapatan stadion. Padahal, Camp Nou biasanya penuh sesak setiap pekan. Tanpa pemasukan rutin itu, keuangan klub semakin terpuruk.

Kombinasi antara kesalahan manajemen jangka panjang dan guncangan eksternal seperti pandemi membuat Barcelona harus melakukan pemotongan gaji, melepas pemain bintang seperti Lionel Messi, dan bahkan meminjam masa depan klub untuk mendapatkan dana segar.

Sekarang, klub sedang dalam proses perbaikan di bawah kepemimpinan baru, tapi pemulihan butuh waktu. Kisah Barcelona mengingatkan bahwa bahkan klub terbesar pun bisa jatuh jika keuangan dikelola tanpa kehati-hatian. Sepak bola bukan cuma soal performa di lapangan, tapi juga kebijaksanaan di balik layar.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait