Kenapa Tidak Diperbolehkan Melihat ke Atas Saat di Dekat Kabah?

Saat jemaah haji atau umrah berada di sekitar Masjidil Haram, terutama mendekati Kabah, ada banyak etika dan aturan yang dijaga dengan penuh kesakralan. Salah satunya adalah larangan melihat ke atas saat berada di dalam ka'bah atau terlalu dekat dengannya. Menurut penjelasan dari petugas resmi haji dan pegawai SNPL (Sekretariat Nasional Penyelenggaraan Haji dan Umrah), larangan ini bukan tanpa alasan—melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap kekudusan Kabah.

"Alasan ideologis dan penghormatan terhadap Kabah," begitu dikatakan oleh perwakilan SNPL pada 27 Juni 2022. Kabah sendiri dianggap sebagai qiblat umat Islam di seluruh dunia, pusat ibadah yang paling suci. Karena itu, setiap tindakan di sekitarnya harus dilakukan dengan penuh kerendahan hati dan kesadaran akan kesakralan tempat tersebut.

Meski tidak ada larangan tegas dalam hadis atau Al-Qur’an soal melihat ke atas secara spesifik, banyak ulama dan petugas haji menjelaskan bahwa menjaga pandangan tetap rendah adalah bagian dari adab beribadah. Tujuannya agar hati tetap khusyuk, tidak terganggu oleh hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian dari ibadah.

Selain itu, Kabah sendiri hanya boleh dimasuki oleh umat Islam, dan akses ke dalamnya sangat terbatas. Bahkan saat dibersihkan, hanya orang-orang tertentu yang diperbolehkan masuk. Ini menegaskan betapa tempat ini dijaga kemuliaannya.

Jadi, meskipun terdengar kecil, larangan seperti tidak melihat ke atas adalah bagian dari tradisi lama yang penuh makna: menghormati tempat paling suci dalam Islam dengan segala kerendahan hati.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait