Kenapa Perusahaan Ini Dinamai Apple?

Saat mendengar kata Apple, kebanyakan orang mungkin langsung teringat dengan gadget canggih atau logo buah yang digigit. Tapi pernah bertanya-tanya, kenapa perusahaan raksasa teknologi ini malah diberi nama buah?

Menurut salah satu kisah yang paling sering diceritakan, alasan di balik nama Apple justru sangat sederhana: Steve Jobs memang menyukai apel. Ya, tidak ada rumus rahasia atau filosofi rumit di baliknya—hanya ketertarikan pribadi sang pendiri terhadap buah yang satu ini.

Kabar ini bukan sekadar mitos. Banyak sumber menyebut bahwa Jobs memang sedang menjalani diet buah saat mendirikan Apple bersama Steve Wozniak pada tahun 1976. Ia kerap mengunjungi apple farm di sekitar Oregon, dan bahkan sempat bekerja di sana. Mungkin karena itulah, apel menjadi simbol yang dekat di hatinya.

Tak hanya itu, Jobs juga ingin nama perusahaan terdengar fun, mudah diingat, dan tidak terlalu serius. Ia membayangkan perusahaan muncul di direktori telepon tepat di depan perusahaan lain—seperti Atari, tempatnya dulu bekerja. Dan dengan "A", Apple Computer menempati posisi strategis.

Ada juga yang berspekulasi nama ini terinspirasi dari pohon apel Sir Isaac Newton, atau bahkan kisah Adam dan Hawa. Tapi hingga akhir hayatnya, Jobs tak pernah membantah versi paling sederhana: "Saya suka apel."

Jadi, di balik inovasi luar biasa yang mengubah dunia, ternyata ada pilihan nama yang lahir dari rasa suka yang tulus terhadap buah segar yang sederhana.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait