Kenapa Gigi Mati Harus Dicabut?

Saat gigi mati, artinya saraf di dalamnya sudah tidak aktif lagi. Meski tidak selalu terasa sakit, kondisi ini justru bisa menyimpan bahaya jika dibiarkan. Seperti dijelaskan oleh drg. Anna, jika gigi mati tidak segera ditangani, risiko komplikasi kesehatan bisa muncul.

Infeksi adalah salah satu ancaman utama. Gigi yang mati bisa menjadi sarang bakteri. Dari sana, infeksi bisa menyebar ke area sekitar, bahkan sampai ke sinus—ruang di balik hidung. "Bisa menyebabkan infeksi sampai ke atas, ke hidung," jelas Anna. Gejalanya bisa berupa nyeri wajah, pilek terus-menerus, atau bahkan bau mulut yang tak kunjung hilang.

Selain itu, infeksi dari gigi mati juga bisa membentuk nanah di akar gigi, yang dikenal sebagai abses. Jika dibiarkan, nanah ini bisa menyebar ke jaringan lunak di sekitar mulut dan rahang. Dalam kasus parah, hal ini bahkan bisa menyebabkan wajah membengkak atau asimetris karena peradangan yang tidak merata.

Mencabut gigi mati bukan sekadar menghilangkan rasa sakit, tapi juga mencegah masalah yang lebih serius. Meski terdengar menakutkan, prosedur pencabutan saat ini sudah jauh lebih aman dan nyaman berkat penanganan dokter gigi yang tepat.

Jadi, jangan anggap sepele gigi yang mati. Segera periksakan ke dokter gigi untuk evaluasi lebih lanjut. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, apalagi ketika menyangkut kesehatan mulut dan wajah secara keseluruhan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait