Mengapa Jam Hanya Sampai Angka 12?
Anda mungkin pernah bertanya-tanya, kenapa jam analog hanya menunjukkan angka sampai 12, padahal satu hari penuh terdiri dari 24 jam? Jawabannya ada dalam sejarah panjang peradaban manusia.
Dahulu, peradaban kuno seperti Mesir dan Babilonia mulai membagi waktu berdasarkan pergerakan matahari. Mereka membagi satu hari menjadi dua periode besar: siang dan malam. Setiap periode terdiri dari 12 jam, sehingga totalnya menjadi 24 jam. Inilah awal mula sistem 12 jam yang masih digunakan hingga sekarang.
Sistem 12 jam ini kemudian diadopsi secara luas, terutama oleh bangsa Romawi Kuno yang menggunakan istilah a.m. (ante meridiem, artinya sebelum tengah hari) dan p.m. (post meridiem, artinya setelah tengah hari). Jadi, ketika jam menunjukkan pukul 12 siang, itu adalah akhir dari periode a.m., dan mulainya periode p.m.
Kenapa 12? Angka ini dipilih karena mudah dibagi—bisa dibagi dua, tiga, empat, dan enam—sehingga sangat membantu dalam penghitungan waktu tanpa alat canggih. Sistem ini pun menyebar ke berbagai budaya dan akhirnya menjadi standar dalam jam tangan maupun jam dinding yang kita pakai sehari-hari.
Jadi, meskipun satu hari punya 24 jam, jam hanya menunjukkan hingga angka 12 karena kebiasaan yang sudah terbentuk sejak ribuan tahun lalu. Tradisi yang sederhana, tapi terbukti tahan lama dan tetap relevan sampai sekarang.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.