Risiko Kehamilan Saat Berhubungan Intim Meski Dikeluarkan di Luar
Banyak pasangan yang menggunakan metode coitus interruptus atau menghentikan penetrasi sebelum ejakulasi sebagai bentuk pencegahan kehamilan. Namun, fakta medis menunjukkan bahwa metode ini tidak sepenuhnya aman dan kehamilan masih mungkin terjadi.
Dokter Anggi menjelaskan bahwa jika cairan sperma dikeluarkan di luar tetapi masih berada di sekitar area kemaluan perempuan, seperti dekat labia, dan bersentuhan dengan lendir vagina, sperma tetap dapat masuk ke dalam. Cairan sperma memiliki kemampuan berenang melalui saluran reproduksi menuju rahim. Jika saat itu sedang terjadi masa subur di mana terdapat sel telur yang siap dibuahi, maka proses pembuahan dan kehamilan tetap dapat berlangsung.
Selain faktor jarak pengeluaran, cairan pra-ejakulasi (cairan preseminal) yang keluar sebelum ejakulasi puncak juga dapat mengandung sedikit sel sperma. Cairan ini keluar secara alami tanpa disadari dan cukup untuk menyebabkan pembuahan jika kondisi lingkungan vagina mendukung.
Oleh karena itu, bagi pasangan yang ingin menunda momongan, sangat disarankan untuk tidak hanya mengandalkan insting atau metode penarikan di luar. Penggunaan alat kontrasepsi yang terbukti efektif, seperti kondom atau metode kontrasepsi hormonal, jauh lebih aman untuk mencegah risiko kehamilan yang tidak direncanakan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.