Kapan Kiper Bisa Dapat Kartu Merah?

Saat bermain sepak bola, posisi kiper memang istimewa. Mereka boleh menggunakan tangan di dalam kotak penalti, dan sering jadi pahlawan saat menghadang bola. Tapi, bukan berarti kiper kebal hukuman. Mereka juga bisa dapat kartu merah seperti pemain lainnya, jika melakukan pelanggaran yang dianggap serius oleh wasit.

Kartu merah bukan hanya soal handball atau pelanggaran di kotak penalti. Jika seorang kiper melakukan pelanggaran keras di luar kotak, seperti menarik lawan yang sedang dalam situasi satu lawan satu atau melakukan tekel berbahaya, wasit bisa langsung mengusirnya. Contohnya, ketika kiper keluar terlalu cepat dan menjatuhkan penyerang dengan cara kasar, itu bisa dianggap sebagai pelanggaran yang membahayakan.

Bahkan, pelanggaran di dalam kotak pun bisa berujung kartu merah, bukan hanya penalti. Misalnya, jika kiper melakukan handball sengaja di luar kotak penalti, itu langsung berubah jadi pelanggaran langsung dan bisa berujung kartu merah karena menghentikan peluang mencetak gol. Atau, jika kiper melakukan protes berlebihan, menyentuh lawan dengan kasar, atau perilaku tidak sportif lainnya, wasit tidak segan mengeluarkan kartu merah.

Ketika kiper diusir, pelatih harus cepat mengambil keputusan—ganti pemain dan biasanya menarik keluar satu pemain untuk digantikan kiper cadangan. Kalau tidak ada cadangan, salah satu pemain lapangan harus mengenakan sarung tangan dan jadi kiper dadakan. Jadi, meski posisinya unik, kiper tetap harus menjaga emosi dan disiplin selama 90 menit.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait