Sejarah Singkat di Balik Terpisahnya Korea Selatan dan Korea Utara
Banyak dari kita mungkin sering bertanya-tanya, bagaimana bisa Semenanjung Korea terpecah menjadi dua negara yang punya karakter sangat berbeda seperti sekarang? Jawabannya berakar dari peristiwa besar di masa lalu, tepatnya pada akhir Perang Dunia II di tahun 1945.
Saat itu, Kekaisaran Jepang yang sebelumnya menduduki wilayah Korea mengalami kekalahan telak dari pihak Sekutu. Kekosongan kekuasaan ini kemudian diisi oleh dua kekuatan besar dunia yang keluar sebagai pemenang perang: Amerika Serikat (mewakili Blok Barat) dan Uni Soviet (mewakili Blok Timur).
Kedua negara adidaya tersebut sepakat untuk membagi wilayah pendudukan di Semenanjung Korea dengan batas garis lintang 38 derajat utara (dikenal sebagai Parallel 38). Wilayah bagian selatan berada di bawah pengaruh Amerika Serikat, sementara wilayah bagian utara berada di bawah pengawasan Uni Soviet.
Seiring berjalannya waktu, perbedaan ideologi yang tajam antara kapitalisme di selatan dan komunisme di utara membuat reunifikasi menjadi mustahil. Ketegangan politik ini akhirnya memuncak dan melahirkan dua negara berdaulat yang terpisah secara permanen hingga hari ini, yaitu Republik Korea (Korea Selatan) dan Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara).
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.