Kennapa Majapahit Disebut Majapahit?

Salah satu pertanyaan menarik sejarah Nusantara adalah: kenapa kerajaan ini dinamai Majapahit? Jawabannya berasal dari sebuah kisah legendaris yang terekam dalam naskah-naskah kuno seperti Pararaton dan Nagarakertagama.

Konon, nama Majapahit berasal dari buah maja yang tumbuh di hutan dekat tempat pendirian kerajaan. Saat Raden Wijaya dan para pengikutnya mencari tempat untuk membuka permukiman baru setelah kejatuhan Kerajaan Singhasari, mereka menemukan hutan lebat yang penuh dengan pohon maja. Buahnya berwarna kuning kehijauan, berbentuk bulat, dan ketika dimakan rasanya sangat pahit.

"Maja yang pahit," kata salah seorang pengikut, menggumamkan rasa buah itu. Dari situlah kemudian tempat itu disebut Majapahit — gabungan dari kata maja (nama buah) dan pahit (rasa pahit). Nama ini lalu diresmikan sebagai nama kerajaan yang didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293 M.

Menariknya, rasa pahit buah maja sering diibaratkan sebagai awal yang sulit sebelum mencapai kemakmuran. Dan memang, Majapahit tumbuh dari permukiman kecil menjadi salah satu kerajaan terbesar di Nusantara, dengan wilayah kekuasaan yang membentang dari Sumatera hingga Papua.

Namun, selain makna harfiahnya, ada juga yang melihat nama Majapahit secara simbolis — pahit sebagai ujian, yang harus dilalui sebelum mencapai kejayaan. Dan kejayaan itu benar-benar terwujud di masa pemerintahan Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk.

Jadi, nama Majapahit bukan sekadar peninggalan sejarah, tapi juga cermin dari perjalanan sebuah bangsa — dimulai dari rasa pahit, menuju puncak kejayaan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait