Mata Ngantuk Tapi Susah Tidur? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Anda merasa lelah, mata sudah terasa berat, tapi begitu berbaring, tubuh justru segar kembali? Situasi seperti ini lebih umum daripada yang Anda kira. Banyak orang mengalami kondisi di mana rasa kantuk sudah datang, namun sulit benar-benar terlelap.
Salah satu penyebabnya adalah kelelahan berlebihan. Saat tubuh dan pikiran dipaksa terlalu keras sepanjang hari, alih-alih langsung tertidur, sistem saraf justru bisa masuk ke mode waspada—membuat Anda gelisah meski tubuh sudah lelah. Stres, konsumsi kafein di sore hari, atau terlalu sering melihat layar sebelum tidur bisa memperparah kondisi ini.
Namun, ada juga kondisi medis yang dikenal sebagai delayed sleep-wake phase disorder (DSWPD), yaitu gangguan ritme sirkadian di mana jam biologis tubuh terlambat. Orang dengan DSWPD biasanya merasa mengantuk jauh lebih malam dari waktu tidur normal, bahkan kalau mata sudah sangat berat. Mereka kesulitan tidur cepat meski lelah, dan sering bangun kesiangan karena tubuh baru merasa siap tidur di jam-jam dini hari.
Selain itu, gaya hidup modern turut andil. Pola tidur yang tidak teratur, begadang untuk bekerja atau menonton, dan paparan cahaya biru dari ponsel bisa mengacaukan produksi melatonin—hormon yang membantu mengatur tidur.
Jika kondisi ini terjadi terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan ke tenaga kesehatan. Perubahan kecil seperti menjaga jadwal tidur yang konsisten, mengurangi layar sebelum tidur, dan menciptakan suasana kamar yang nyaman bisa jadi langkah awal yang membantu.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.