Kenapa Jasad Eril Bisa Utuh Setelah 14 Hari di Dasar Sungai?
Saat kabar ditemukannya jenazah Emmeril Khan Mumtadz, putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, banyak yang bertanya: bagaimana mungkin jasad bisa tetap utuh setelah hanyut selama 14 hari di sungai? Jawabannya ternyata terletak pada kondisi unik Sungai Aare di Swiss.
Ridwan Kamil menjelaskan bahwa suhu air sungai tersebut sangat rendah, hampir seperti suhu di dalam kulkas. Air yang sangat dingin membuat proses pembusukan tubuh menjadi sangat lambat. Selain itu, sungai ini juga minim fauna pemangsa atau organisme yang biasanya menyebabkan kerusakan pada jenazah.
"Jasadnya terjaga setengah membeku," tulis Ridwan Kamil pada 10 Juni 2022. Kondisi seperti ini secara alami berfungsi seperti pendinginan, mencegah jasad mengalami kerusakan parah meski berada di dasar sungai dalam waktu yang lama.Banyak warga kaget mendengar kondisi jenazah yang masih utuh, tapi fenomena ini memang bisa terjadi dalam lingkungan tertentu. Air dingin dan arus yang stabil membuat tubuh tidak terbawa terlalu jauh atau hancur oleh tekanan alam.
Kejadian ini bukan hanya membawa duka bagi keluarga, tapi juga menjadi pengingat betapa alam bisa memainkan peran tak terduga. Di tengah kesedihan, masyarakat merasa ada hikmah—bahwa Eril ditemukan dalam keadaan tenang, seolah alam turut menjaganya selama perjalanan pulang.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.