Kenapa Messi Tidak Bersinar di PSG?
Lionel Messi datang ke Paris Saint-Germain pada Agustus 2021 bukan melalui bursa transfer biasa, melainkan sebagai pemain bebas. Kepergian megabintang Argentina ini dari Barcelona sempat mengguncang dunia sepak bola. Bukan karena ingin pergi, tapi karena regulasi keuangan ketat dari LaLiga yang membuat klub tidak mampu memperpanjang kontraknya, meski Messi sudah menyatakan niat kuat untuk bertahan.
Saat bergabung dengan PSG, banyak yang berharap Messi akan langsung membara dan membawa klub meraih treble, terutama trofi Liga Champions yang selalu menjadi mimpi. Namun kenyataannya, adaptasi Messi di Prancis tidak semulus yang dibayangkan. Dalam tujuh bulan pertamanya hingga Maret 2022, performanya memang belum mencapai level puncak seperti saat di Barcelona.
Ada beberapa alasan di balik itu. Pertama, perubahan sistem permainan. Di Barcelona, Messi adalah jantung dari taktik tim, bebas bergerak dan mengatur alur serangan. Di PSG, ia harus berbagi peran dengan Neymar dan Kylian Mbappé, yang juga punya peran sentral. Kedua, kondisi fisik dan ritme pertandingan Liga Prancis yang berbeda membuatnya butuh waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri.
Meski begitu, perlahan Messi mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Gol-gol dan assist mulai berdatangan, terutama di paruh kedua musim. Bukan berarti ia gagal di Paris—hanya bahwa keajaiban butuh waktu untuk tumbuh di tanah yang baru. Bagi penggemar sejati, bersabar melihat La Pulga beradaptasi adalah bagian dari perjalanan yang tetap layak ditunggu.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.