Kok Bisa Orang Dewasa Kena Campak? Ini Penjelasannya

Camapak sering dianggap sebagai penyakit anak-anak, tapi ternyata orang dewasa juga bisa terkena. Banyak yang kaget karena mengira sudah kebal, padahal risiko tetap ada—terutama jika kekebalan tubuh tidak lengkap atau sudah melemah seiring waktu.

Penyebab utama campak pada orang dewasa adalah virus paramyxovirus, yang menyebar sangat cepat lewat udara. Saat penderita batuk atau bersin, tetesan air liur yang mengandung virus bisa dihirup oleh orang di sekitarnya. Cukup satu kali kontak, penularan bisa terjadi—apalagi jika berada di ruang tertutup dengan ventilasi buruk.

Faktor risiko tambahan membuat orang dewasa lebih rentan. Misalnya, mereka yang tidak pernah divaksin campak saat kecil, atau hanya mendapat satu dosis vaksin (padahal butuh dua dosis untuk kekebalan maksimal). Selain itu, orang dengan sistem imunitas lemah atau yang tinggal di daerah dengan wabah campak juga lebih berisiko.

Beberapa orang dewasa mungkin mengira pernah kena campak di masa kecil, tapi ternyata hanya mengalami ruam ringan yang dikira alergi. Tanpa disadari, mereka tidak punya kekebalan sebenarnya. Gejala seperti demam tinggi, batuk kering, mata merah, dan ruam merah yang menyebar dari wajah ke tubuh biasanya muncul 7–14 hari setelah terpapar.

Kabar baiknya, campak bisa dicegah. Vaksinasi MMR (measles, mumps, rubella) tetap jadi cara paling efektif, bahkan bagi orang dewasa yang belum pernah divaksin. Jika Anda berencana bepergian ke daerah dengan kasus campak tinggi, pastikan imunisasi Anda lengkap. Konsultasi ke dokter untuk cek antibodi jika ragu.

Yang paling penting: jangan anggap remeh. Campak pada orang dewasa bisa lebih parah, dengan komplikasi seperti radang paru atau infeksi telinga. Lindungi diri dan orang di sekitar dengan vaksin dan kebiasaan hidup bersih.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait