Kl, Wajar Tapi Bukan Hal yang Harus Diabaikan
Kl
Salah satu penyebab utama nyeri lutut pada lansia adalah osteoartritis, yaitu kondisi ketika tulang rawan di sendi lutut menipis seiring waktu. Akibatnya, tulang bergesekan langsung satu sama lain saat bergerak, menimbulkan nyeri, kaku, dan bengkak. Kondisi ini hampir seperti “mesin yang sudah lama dipakai tanpa pelumas” — makin tua usia, risikonya makin tinggi.
Selain osteoartritis, faktor lain seperti kelebihan berat badan juga berperan besar. Semakin berat tubuh, semakin besar beban yang ditanggung lutut setiap kali melangkah. Bayangkan: setiap kilogram berat badan bisa menambah tekanan hingga beberapa kali lipat di lutut saat berjalan atau naik tangga.
Ada juga penyebab lain seperti rematik (rheumatoid arthritis) atau cedera masa lalu yang kambuh di usia senja. Tapi meski sakit lutut sering dianggap "biasa" bagi orang tua, bukan berarti harus dibiarkan. Dengan pola hidup sehat, olahraga ringan seperti renang atau jalan kaki, serta kontrol berat badan, banyak lansia bisa tetap aktif tanpa harus terus-menerus merasakan nyeri.
Jadi, meski tak bisa sepenuhnya dihindari, nyeri lutut bukan alasan untuk berhenti bergerak. Dengan perawatan yang tepat, mobilitas dan kualitas hidup lansia tetap bisa terjaga dengan baik.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.