Persija Andalkan Pemain Muda di Piala Presiden demi Jaga Kondisi Tim

Persija Jakarta memutuskan untuk menurunkan sejumlah pemain muda dalam ajang Piala Presiden 2022. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Menurut pelatih tim, Thomas Doll, padatnya jadwal pertandingan menjadi pertimbangan utama di balik strategi tersebut.

Turnamen pramusim seperti Piala Presiden memang kerap dimanfaatkan klub-klub besar untuk mengasah taktik dan memberi kesempatan bermain pada pemain yang belum banyak menit bermain. Namun bagi Persija, fokus utama tetap tertuju pada kompetisi resmi, terutama Liga 1 Indonesia 2022–2023.

"Terlalu berisiko bagi tim menjalani jadwal yang terlalu padat," ujar Doll seperti dikutip dari situs resmi klub. Ia menilai, mengandalkan pemain inti secara penuh di turnamen pramusim bisa membuka peluang cedera, terutama saat kondisi fisik belum benar-benar puncak.

Dengan menurunkan skuad muda, Persija sekaligus membuka ruang bagi pemain-pemain baru untuk menunjukkan kemampuan mereka. Ini juga bagian dari upaya pembinaan jangka panjang yang mulai diterapkan klub ibu kota tersebut.

Meski tak menurunkan kekuatan penuh, Persija tetap ingin tampil kompetitif. Namun, hasil di Piala Presiden bukan menjadi patokan utama. Yang lebih penting adalah memastikan tim tiba di Liga 1 dalam kondisi terbaik, tanpa kehilangan pemain karena cedera tidak perlu.

Keberanian menyerahkan posisi ke pemain muda bisa jadi langkah berani, tapi juga bijaksana. Di tengah tekanan persaingan Liga 1, Persija memilih untuk berpikir jangka panjang—bukan hanya menang cepat, tapi menang secara cerdas.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait