Kenapa PSG Tak Rekrut Ronaldo?

Sejak masa kepergiannya dari Manchester United pada 2022, nama Cristiano Ronaldo sempat dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa. Salah satunya Paris Saint-Germain (PSG). Namun, meski ada pertemuan antara presiden klub, Nasser Al Khelaifi, dengan agen Ronaldo, Jorge Mendes, transfer itu tak pernah terwujud.

Alasannya cukup sederhana: PSG sudah terlalu penuh dengan bintang di lini depan. Saat itu, skuat asuhan Christophe Galtier—dan kini Luis Enrique—sudah diperkuat nama-nama besar seperti Kylian Mbappé, Lionel Messi, dan Neymar. Kehadiran Ronaldo, sehebat apa pun dirinya, justru bisa menciptakan ketidakseimbangan dalam tim.

Bayangkan tiga atau empat pemain kelas dunia bersaing untuk bola, ruang, dan sorotan media. Bukan hanya soal taktik, tapi juga dinamika ruang ganti. PSG jelas ingin tetap kompetitif, tapi tanpa harus mengorbankan harmoni internal tim.

Selain itu, usia juga menjadi pertimbangan. Pada 2022, Ronaldo sudah menginjak 37 tahun. PSG, meski kaya, tetap ingin membangun proyek jangka panjang—bukan sekadar solusi jangka pendek. Mereka lebih memilih menginvestasikan sumber daya pada pemain muda potensial atau figur yang sesuai dengan filosofi permainan mereka.

Jadi, meski ide membawa Ronaldo ke Parc des Princes terdengar menarik secara sensasi, secara logistik dan strategi, keputusan untuk menolaknya justru terlihat bijak. Sepak bola bukan cuma soal bintang, tapi juga keseimbangan. Dan PSG tampaknya lebih memilih yang kedua.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait