Mengapa Sayap Pesawat Berbentuk Lentur di Ujungnya?

Ketika pesawat terbang, sayapnya tak hanya berfungsi sebagai penopang agar tetap di udara. Bentuknya yang khas, terutama di ujung sayap yang tampak melengkung ke atas, punya alasan ilmiah yang sangat penting. Saat pesawat melaju, aliran udara terbagi menjadi dua: satu mengalir di atas sayap, satu lagi di bawah.

Perbedaan kecepatan udara ini menciptakan tekanan yang berbeda—tekanan di atas sayap lebih rendah daripada di bawah. Inilah yang menghasilkan angkat (lift) sehingga pesawat bisa terangkat. Namun, perbedaan tekanan itu juga menimbulkan pusaran udara di ujung sayap, yang dikenal sebagai wingtip vortices.

Pusaran ini sebenarnya boros bahan bakar dan bisa mengganggu pesawat lain di belakangnya. Untuk menguranginya, insinyur merancang ujung sayap yang melengkung ke atas, yang sering disebut winglet. Bentuk ini membantu menghambat udara bertekanan tinggi di bawah sayap berputar ke atas, sehingga mengurangi turbulensi.

Winglet tidak hanya membuat penerbangan lebih efisien—dengan menghemat bahan bakar—tapi juga memperkecil gangguan di belakang pesawat. Jadi, bentuk sayap pesawat yang tampak 'aneh' itu sebenarnya hasil dari puluhan tahun pengembangan teknologi agar terbang lebih aman dan hemat.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait