Alasan Setan Dilaknat Menurut Tafsir Al-Qur'an

Dalam banyak ayat Al-Qur'an, kisah Iblis atau setan menjadi peringatan penting bagi umat manusia. Menurut Tafsir Kementerian Agama, Iblis dilaknat karena durhaka kepada Allah ketika diperintahkan untuk bersujud kepada Nabi Adam. Ia menolak dengan sombong, merasa dirinya lebih unggul karena diciptakan dari api, sementara Adam dari tanah.

Laknat yang diterima Iblis bukan hanya hukuman, tapi juga konsekuensi dari pilihannya sendiri. Ia tidak hanya menolak perintah Tuhan, tetapi juga memilih jalan kesesatan dan permusuhan terhadap manusia. Dalam surah Al-A’raf, Iblis bahkan meminta waktu kepada Allah untuk menyesatkan anak cucu Adam selama hidup di dunia.

Permintaan itu dikabulkan, namun dengan batasan waktu. Iblis pun bersumpah akan menggoda manusia dari segala arah—melalui nafsu, hawa, dan godaan tersembunyi. Ia ingin membuat perbuatan buruk tampak indah, dosa terasa ringan, dan ibadah terasa berat.

Namun, Allah tetap membuka pintu taubat. Meski setan dilaknat dan diusir dari rahmat-Nya, manusia tidak dibiarkan tanpa petunjuk. Melalui para nabi, kitab suci, dan hati yang masih bisa diajak bicara, jalan kembali kepada kebenaran tetap terbuka lebar. Yang perlu diingat, godaan setan bukan alasan untuk terus terjatuh, melainkan ujian iman. Kita diajarkan untuk selalu waspada, memperkuat ilmu, dan mendekat kepada Allah. Sebab, perlindungan terbaik dari tipu daya setan adalah kesadaran dan ketaatan kepada-Nya.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait