Kulit Gatal Setelah Luluran? Ini Penyebabnya

Setelah melakukan luluran, kulit yang seharusnya terasa lembut dan halus justru kadang terasa gatal. Keluhan ini cukup umum dan bisa terjadi karena beberapa alasan. Salah satunya adalah reaksi alergi terhadap bahan dalam produk lulur atau lotion yang digunakan. Beberapa orang memiliki kulit sensitif yang bereaksi terhadap wewangian, alkohol, atau bahan kimia tertentu dalam perawatan tubuh.

Dermatitis kontak iritan juga bisa menjadi penyebab gatal setelah luluran. Kondisi ini terjadi ketika kulit mengalami iritasi akibat bahan kasar atau terlalu sering melakukan perawatan. Selain itu, menggosok kulit terlalu keras saat lulur bisa merusak lapisan pelindung kulit, membuatnya kering, perih, dan akhirnya gatal.

Faktor frekuensi juga penting. Melakukan luluran setiap hari, apalagi dengan produk yang mengandung butiran kasar, bisa terlalu keras bagi kulit. Idealnya, cukup 1–2 kali seminggu, tergantung jenis kulit. Kulit kering atau sensitif perlu lebih hati-hati memilih produk dan teknik penggosokan.

Jika gatal terus berlanjut atau disertai kemerahan, bengkak, atau ruam, sebaiknya hentikan penggunaan produk dan konsultasikan ke dokter kulit. Bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak cocok.

Untuk mencegah iritasi, pilih lulur dengan bahan alami dan lembut, hindari menggosok terlalu keras, dan selalu gunakan pelembap setelah perawatan. Dengan perhatian ekstra, luluran bisa tetap menyenangkan tanpa efek samping yang mengganggu.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait