Mengapa Asam Lambung Sering Naik Saat Bangun Tidur?
Banyak orang mengeluhkan rasa tidak nyaman di dada atau tenggorokan sesaat setelah membuka mata di pagi hari. Gejala yang sering disebut sebagai refluks asam ini ternyata berkaitan erat dengan kondisi biologis tubuh saat terlelap. Ketika kita tidur, produksi air liur menurun drastis secara alami. Padahal, air liur berfungsi sebagai pelumas sekaligus penetral alami yang menjaga kadar asam di saluran pencernaan tetap seimbang. Tanpa cairan pelumas yang cukup, asam lambung menjadi lebih mudah merangkak naik hingga ke kerongkongan.
Selain faktor kurangnya pelumas pencernaan, posisi tubuh yang telentang selama berjam-jam juga mempermudah asam lambung mengalir ke atas akibat gaya gravitasi. Bagi sebagian orang, melemahnya otot otot sfingter esofagus bawah—yaitu katup penutup antara kerongkongan dan lambung—menjadi pemicu utama kondisi ini menjadi kian parah.
Untuk mengatasinya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan sebelum beranjak tidur. Sangat disarankan untuk menghindari makan berat setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur agar lambung memiliki waktu yang cukup untuk mengosongkan isinya. Selain itu, mengubah posisi tidur dengan menyangga kepala dan dada menggunakan bantal ekstra, atau tidur menghadap ke sisi kiri, terbukti secara medis dapat membantu menahan posisi asam agar tetap berada di dalam lambung. Memperbanyak konsumsi air putih di siang hari juga membantu menjaga produksi air liur tetap optimal demi mencegah ketidaknyamanan di pagi hari.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.