Kenapa Terasa Perih Saat Berhubungan Intim?

Apakah Anda pernah merasakan panas atau perih saat berhubungan intim? Jika iya, Anda tidak sendirian. Banyak wanita mengalami hal ini, dan sering kali itu merupakan tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.

Sensasi tidak nyaman seperti terbakar atau perih umumnya terkait dengan peradangan pada area vulva—bagian luar organ intim wanita. Salah satu penyebab paling sering adalah infeksi ragi (jamur), yang bisa membuat area kewanitaan gatal, bengkak, dan sensitif. Saat terjadi gesekan selama hubungan, rasa perih pun muncul.

Infeksi saluran kemih (ISK) juga bisa jadi pemicu. Meski gejala utamanya sering buang air kecil dan nyeri saat berkemih, peradangan di sekitar uretra bisa ikut menyebabkan ketidaknyamanan saat berhubungan. Selain itu, penyakit menular seksual seperti klamidia atau trikomoniasis pun bisa menyebabkan iritasi di area genital, bahkan tanpa gejala yang jelas.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah kurangnya pelumas alami. Kurangnya gairah, stres, atau perubahan hormon—seperti saat menyusui atau menopause—bisa membuat vagina kering dan mudah iritasi saat berhubungan.

Jika keluhan ini terus berulang, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter kandungan. Pemeriksaan sederhana bisa membantu menemukan penyebab pasti, apakah itu infeksi atau kondisi lain. Jangan anggap remeh rasa perih yang terus muncul—kesehatan organ intim adalah bagian penting dari kesejahteraan secara keseluruhan.

Ingat, merasa nyaman saat berhubungan intim bukan kemewahan, melainkan hak setiap perempuan. Jaga komunikasi dengan pasangan dan jangan ragu mencari bantuan medis bila dibutuhkan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait