Mitos Menjahit Malam Hari: Benar Bahaya atau Cuma Alasan Lampu?

Banyak dari kita mungkin pernah mendengar larangan orang tua zaman dulu tentang menjahit di malam hari. Konon, kebiasaan ini dianggap bisa membawa sial atau bahaya. Namun, jika kita melihatnya dari sudut pandang yang lebih rasional, larangan tersebut sebenarnya sangat masuk akal pada zamannya.

Alasan utama di balik larangan ini adalah faktor keselamatan dan keterbatasan penerangan. Dulu, masyarakat belum menikmati indahnya penerangan listrik yang terang benderang seperti sekarang. Mereka hanya mengandalkan lampu cempluk, lilin, atau penerangan berbasis api lainnya. Cahaya yang dihasilkan tentu sangat terbatas dan meredup, sehingga membuat jarak pandang menjadi sangat minim.

Ketika seseorang memaksa menjahit dalam kondisi minim cahaya, risiko kecelakaan kerja menjadi sangat tinggi. Bukannya merapikan pakaian, jari tangan justru rawan tertusuk atau terjahit jarum. Selain risiko cedera fisik, memaksakan mata bekerja keras menatap benang tipis di tempat remang-remang juga bisa membuat mata cepat lelah dan merusak kesehatan penglihatan dalam jangka panjang.

Di masa modern saat ini, kita sudah memiliki lampu LED yang terang dan fasilitas memadai. Meski demikian, pesan moral dari nasihat kuno ini tetap berlaku: selalu utamakan kesehatan mata dan keselamatan saat beraktivitas. Jika memang harus menjahit di malam hari, pastikan ruangan memiliki penerangan yang cukup agar tangan tetap aman dan mata tidak bekerja terlalu keras.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait