Mitos Tidur Miring Setelah Melahirkan yang Perlu Diluruskan

Banyak ibu baru mendengar larangan tidur miring setelah melahirkan. Katanya, posisi ini bisa membahayakan kesehatan atau mengganggu proses pemulihan. Namun, faktanya, hal ini hanyalah mitos belaka.

Dr. Ayu Purnamasari, Sp.OG, menjelaskan bahwa hingga kini tidak ada penelitian atau aturan medis yang melarang ibu tidur miring setelah melahirkan. Artinya, posisi tidur ini aman dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi tubuh.

Sebaliknya, tidur miring justru bisa membantu proses pemulihan. Posisi ini mengurangi tekanan pada rahim dan memperlancar aliran darah ke jantung serta janin saat masih dalam masa nifas. Selain itu, tidur miring—terutama ke kiri—dianjurkan karena dapat membantu mengurangi risiko asam lambung naik dan mendukung fungsi ginjal.

Yang terpenting bagi ibu setelah melahirkan adalah kenyamanan dan kualitas istirahat. Kurang tidur bisa memengaruhi produksi ASI, mood, dan pemulihan fisik. Jadi, jika merasa lebih nyaman tidur miring, tidak perlu ragu melakukannya.

Intinya, selama posisi tidur tidak menimbulkan nyeri atau komplikasi medis tertentu, ibu bebas memilih posisi yang paling nyaman—termasuk tidur miring. Yang harus dihindari justru stres berlebihan karena mengikuti aturan-aturan yang tidak berdasar.

Jika masih ragu, konsultasikan saja langsung dengan dokter atau bidan. Setiap ibu punya kondisi tubuh dan kebutuhan istirahat yang berbeda. Yang penting, dengarkan tubuh sendir dan pilih cara tidur yang membuat tubuh cepat pulih dan pikiran tenang.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait