Ketawa Sambil Nangis, Gangguan atau Wajar?
Anda pernah tiba-tiba tertawa terbahak, padahal sebenarnya sedang sedih atau menangis? Atau mungkin melihat seseorang menangis sambil tertawa, lalu bertanya-tanya: ini lucu… atau ada masalah?
Menurut Psikolog Ikhsan Bella Persada, M. Psi, fenomena ketawa sambil menangis bisa jadi bukan sekadar ekspresi emosi biasa. Dalam beberapa kasus, ini bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang disebut pseudobulbar affect (PBA).Dilansir dari Cleveland Clinic, PBA adalah gangguan sistem saraf yang membuat seseorang mengalami ledakan emosi yang tidak sesuai dengan perasaan sebenarnya. Misalnya, mereka tertawa keras saat membicarakan hal sedih, atau menangis saat seharusnya tertawa. Kondisi ini sering terjadi pada penderita penyakit neurodegeneratif seperti ALS, multiple sclerosis, atau setelah mengalami cedera otak.
“Tawa atau tangisnya bukan karena perasaan yang sesungguhnya, melainkan karena respons otak yang tidak terkendali,” jelas Ikhsan. Artinya, orang dengan PBA tidak bisa mengendalikan ekspresi emosinya, meskipun secara kognitif mereka sadar bahwa reaksinya terasa berlebihan atau tidak tepat.Tapi, bukan berarti setiap orang yang ketawa sambil menangis otomatis mengidap PBA. Dalam konteks sosial dan emosional, campuran tawa dan air mata juga bisa wajar—misalnya saat menonton drama yang lucu sekaligus menyentuh, atau saat melepaskan beban setelah melewati masa sulit.
Namun, jika hal ini terjadi secara sering, tiba-tiba, dan tidak sesuai situasi, mungkin perlu konsultasi ke profesional. Karena di balik tawa yang terdengar ringan, bisa jadi ada kondisi yang membutuhkan perhatian lebih.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.