Apa Itu Kulit Kopi dan Mengapa Semakin Populer?
Kulit kopi dikenal dengan nama cascara, berasal dari kata Spanyol yang berarti "kulit". Ya, bagian yang satu ini sebenarnya adalah buah kopi utuh yang dikeringkan setelah proses pengolahan biji kopi. Meski dulu sering diabaikan atau hanya dianggap sebagai limbah, kini cascara justru mulai dicari karena manfaat dan rasanya yang unik.
Cascara biasanya diolah menjadi teh herbal dengan cara diseduh menggunakan air panas. Hasilnya, minuman dengan warna kemerahan dan rasa yang ringan—sedikit manis, agak asam, dengan nuansa buah-buahan seperti ceri atau stroberi. Aromanya pun khas, segar, dan menggoda.
Di beberapa negara penghasil kopi seperti Ethiopia dan Yordania, konsumsi cascara sudah lama menjadi bagian dari tradisi. Tapi kini, tren ini mulai meluas ke penjuru dunia, termasuk Indonesia, yang notabene adalah salah satu produsen kopi terbesar.
Banyak yang penasaran dengan manfaatnya. Meski penelitian masih terus berkembang, cascara diketahui mengandung antioksidan dan sedikit kafein—lebih rendah daripada kopi biasa, tapi cukup untuk memberi dorongan energi ringan. Bagi pecinta minuman sehat dan alami, ini jadi alternatif menarik.
Beberapa petani kopi di Indonesia mulai sadar potensi cascara. Alih-alih membuangnya, mereka memproses kulit buah kopi ini menjadi produk bernilai tambah. Tidak hanya untuk konsumsi lokal, tapi juga untuk pasar ekspor yang semakin menghargai produk berkelanjutan.
Jadi, kalau suatu hari kamu menemukan teh berwarna merah dengan aroma khas buah dan asalnya dari "kulit kopi", jangan heran. Itu adalah cascara—bagian kecil dari proses kopi yang dulu terlupakan, kini mulai bersinar.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.